Jumat, 03 Februari 2012

PRAKTIKUM BIOLOGI


Mengamati Struktur Tulang
I.  Kompetensi Dasar
                  Mengamati struktur, fungsi, proses, dan kelainan atau penyakit yang
     dapat terjadi pada sistem gerak pada manusia.
II. Pengalaman Belajar
     Memahami fungsi kalsium pada tulang.
III. Alat  dan Bahan
       1.  Tulang paha ayam segar      
       2.  Larutan asam klorida (HCl) 10%
       3.  Gelas beker atau botol bekas seki (atau yang sejenisnya).
       4.  Pinset, pisau, cawan petri.
       5.  Kain lap, sarung tangan.
IV. Langkah Kerja
1.    Bersihkan tulang dari sisa-sisa daging yang menempel. Perhatikan struktur tulang tersebut warna, kekerasan, kelenturan. Dapatkah kamu membengkoknya (catat);
       2.  Siapkan larutan HCl 10% di dalam gelas beker;  
       3.  Rendamlah tulang dalam larutan HCl tersebut. Biarkan selama 1 jam;
       4.  Setelah itu, angkatlah tulang dari larutan HCl dengan menggunakan pinset,
            bilaslah dengan air, keringkanlah dengan kain lap, dan letakanlah pada
            cawan petri.

       5.  Perhatikan struktur tulang tersebut. Coba kamu bengkokkan tulang itu.
            Dapatkah kamu membengkoknya? Catat hasil pengatanmu dalam tabel!
V. Data Hasil Pengamatan
       Tabel hasil pengamatan
No.
Tulang yang diamati
Struktur tulang
Keadaan tulang
(warna, kekerasan, kelenturan)
(dapat / tidak dibengkokkan)
1.
Sebelum direndam HCl 10%
Warna: Putih kekuningan
tidak bisa dibengkokkan
Kekerasan: Keras
Kelenturan: Tidak lentur
2.
Setelah direndam HCl 10%
Warna: Putih pucat
tidak bisa dibengkokkan
Kekerasan: Lunak
Kelenturan: Lebih lentur

VI. Analisis Data Hasil Pengamatan
1.      Bagaimana struktur tulang sebelum direndam HCl? Dapatkah tulang    tersebut dibengkokkan?
Jawab:
Struktur tulang sebelum direndam HCl, tulang tersebut berwarna putih kekuningan, tulang tersebut juga keras, tidak lentur dan tidak dapat dibengkokkan.
2.      Bagaimana struktur tulang setelah direndam HCl? Dapatkah tulang    tersebut dibengkokkan?
Jawab:
Struktur tulang setelah direndam HCl, tulang tersebut berwarna putih pucat, tulang tersebut lunak, lebih lentur tetapi belum dapat dibengkokkan.
3.      Mengapa struktur tulang berbeda antara sebelum direndam HCl dan setelah direndam HCl?
Jawab:
Karena asam klorida (HCl) memiliki kecenderungan untuk melarutkan unsur-unsur seperti kalsium (Ca). Jadi kalsium pada tulang semakin sedikit karena terlarutdalam asam (larutan berubah berwarna keruh) dan tulang akan menjadilentur/lunak karena kandungan Ca pada tulang yang semakin sedikit.
4.      Jelaskan pengaruh perendaman HCl terhadap struktur tulang?
Jawab:
Asam klorida (HCl) memiliki kecenderungan untuk melarutkan unsur-unsur seperti kalsium (Ca). Jadi kalsium pada tulang semakin sedikit karena terlarutdalam asam (larutan berubah berwarna keruh) dan tulang akan menjadilentur/lunak karena kandungan Ca pada tulang yang semakin sedikit.
5.      Apa fungsi kalsium (zat kapur) bagi tulang?
Jawab:
v  Mencegah osteoporosis;
v  Membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka;
v  Sebagai komponen penting dalam produksi hormon dan enzim yang mengatur proses pencernaan, energi dan metabolisme lemak;
v  Membantu transport ion melalui membrane;
v  Daya tahan tubuh.
6.      Dalam bentuk senyawa apa saja kalsium terdapat pada tubuh kita?
Jawab:
Tubuh manusia dewasa mengandung sekitar 1000 hingga 1500 gram kalsium (tergantung pada jenis kelamin, ras, ukuran tubuh), yang mana 99% ditemukan pada tulang dalam bentuk hidroksiapatit.
7.      Bagaimana cara kita memperoleh kalsium untuk kebutuhan tubuh kita?
Jawab:
Minum susu, minum suplemen, berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari, dan batasi penggunaan garam dapur (NaCl) karena mengandung  unsur natrium (Na) dan klorida (Cl).
8.      Apa akibatnya jika tubuh kita kekurangan kalsium?
Jawab:
1.        Gangguan pertumbuhan;
2.        Tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh;
3.        Kekejangan otot;
4.        Banyak menimbulkan penyakit, seperti:
·      Osteoporosis (Tulang Keropos)
               Kehilangan massa dan kepadatab tulang hingga menjadi rapuh.
·      Hipoparatiroidisme
               Kekurangan produksi hormon paratiroid / parathyroid hormone   
               (PTH) pada tubuh.
·      Sindrom Prahaid
              Gejala emosi, psikologis dan fisik ketika wanita menstruasi.
·      Rakhitis
               Pelunakan dan melemahnya tulang pada anak-anak hingga
               gampang mengalami patah dan kelainan bentuk tulang.
VII. Kesimpulan
            Struktur tulang keras dan tulang rawan memiliki perbedaan pada unsur penyusunnya. Perbedaan inilah yang memberikan identitas yang mencolok pada tulang tersebut yaitu tulang rawan yang sifatnya lentur dan tulang keras yangsifatnya padat dan liat seperti semen. Namun tulang rawan dapat berubah menjadi tulang keras seiring dengan adanya pertumbuhan yang dialami oleh makhluk hidup tersebut. Perubahan ini dimaksudkan agar tulang tetap dapatmenjalankan fungsi-fungsinya. Seperti halnya pada tulang rangka bayi yang masih berupa kartilago hialin. Jika kartilago tersebut tidak mengalami pengerasan (osifikasi), maka tentulah alat-alat tubuh yang vital seperti jantung dan paru-paru tidak terlindungi dengan baik. Oleh karena itulah terjadi proses osifikasi.

















DAFTAR PUSTAKA


















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar